Resensi | Cut Nyak Dien Enaklopedi Tokoh Nasional
Ditulis oleh : Neni Suhaeni
Cut Nyak Dien dikenal sebagai salah satu pahlawan perempuan yang berjuang di era kolonial, dia adalah pejuang di tanah Aceh. Sebagai seorang perempuan Cut Nyak Dien cukup ditakuti dan tidak bisa diremehkan kekuatanya oleh Sekutu itu.
Diceritakan bahwa dahulu Cut Nyak Dien merupakan salah satu keturunan bangsawa terpandang di tanah sumedang. Sejak kecil cut Nyak Dien sudah dikenal sebagai anak yang cantik dan sambat cerdas dan sejak dini pula dia sudah banyak belajar ilmu pengetahuan, khususnya ilmu agama.
Menginjak remaja, cut Nyak Dien dipersunting oleh Teuku Cik Ibrahim yang merupakan salah satu keturunan terpandang pula. Teuku Cik Ibrahim adalah visioner, dia juga berkontribusi besar dalam memerangi belanda. Namun, dia harus gugur di medan perang ditengah melawan prajuri kolonialt kolonial. Setelah teuko Cik Ibrahim meninggal, semangat Cut Nyak Dien untuk melawan kolonial tidak surut sama sekali. Hingga beberapa saat kemudian Teuku Umar, salah satu keluarga Cut Nyak Dien, datang untuk memperistri Cut Nyak Dien. Semangat rakyat Aceh kembali menggelora pada saat itu. Perjuangan yang kembali berapi-api. Tengku Umar yang berjiwa pemimpin dan Cut Nyak Dien sang ahli pembuat tak-tik membuat para tentara kolonial cukup bekerja keras dan mengeluarkan banyak tenaga sekaligus materi pada waktu itu. Meski akhirnya Tengku Umar juga harus gugur di medan peperangan. Meninggalnya Tengku Umar tidak kembali meredakan semangat juang Cut Nyak Dien, malah semangatnya semakin membara dan semakin bergerilya diusia senja. Diusia 80 tahun dia masih saja menjadi pejuang handal. Tidak ada yang bisa menangkap Cut Nyak Dien, karena begitu gesitnya pergerakan Cut Nyak Dien kalau itu. Hingga akhirnya Paang Laat, staff setianya tidak lagi tega dengan kondisi Cut Nyak Dien yang kian renta, dan dia laporkan persembunyian Cut Nyak Dien kepada Belanda. Namun, dengan syarat Cut Nyak Dien mendapat perlakuan dan fasilitas yang baik. Hingga Cut Nyak Dien dan pengikutnya menjadi tawanan Belanda Belanda dan di Kotaraja Cut Nyak Dien diasingkan oleh pengikutnya. Cut Nyak Dien mendapat perlakuan khusus dan pengobatan, tentu dengan fasilitas yang baik. Setelah itu, Cut Nyak Dien sempat kembali lagi ke Tanah Aceh. Banyak sekali warga Aceh yang mengunjungi Cut Nyak Dien. Hal ini menambah kekhawatiran Belanda. Akhirnya Cut Nyak Dien diasingkan kembali Ke Sumedang hingga akhir hayatnya.
Buku yang ditulis oleh Neni Suhaeni tentang biografi Cut Nyak Dien cukup menarik. Dia berhasil menulis kisah Cut Nyak Dien dengan sistematis. Sehingga pembaca akan mudah memahami dan tidak mendapati kebingungan ketika membacanya. Ditambah Ilustrasi dan foto masa lalu yang menambah feel ketika membacanya. Untuk kekurangannya adalah guru-guru Cut Nyak Dien atau seseorang yang dijadikan panutan oleh Cut Nyak Dien. Namun, secara keseluruhan bukunya menarik.
Km14(Malang), 8 Juni 2020

Komentar
Posting Komentar