KUY INTIP NOVEL WIGATI KARYA NING KHILMA ANIS



Hati Suhita, menjadi salah satu karya yang akhir-akhir ini viral dijagad kepesantrenan. Kisah roman tentang ning dang gus dan segala hal tentang pesantren. Terlepas dari meroketnya Hati Suhita, khilma anis yang kerap disapa Ning Khilma, sebelumnya juga sudah berhasil melahirkan novel yang berjudul Wigati. Lagi-lagi karya Ning Khilma tidak bisa terlepas dengan dunia santri dan kejawen. Sama dengan hati suhita, cerita wigati juga sangat mampu menguras emosi dan daya hayal pembacanya.

Novel ini mengisahkan seorang santri perempuan yang mondok di Kembang kuning. Wigati dikenal sebagi santri yang pendiam dan sangat misterius, dia mempunyai kebiasaan mandi surup-surup (mendekati maghrib) dengan air yang berwarna merah. Sehingga kejanggalan dan hal mistis yang terjadi dipondok selalu dikaitkan dengan wigati. Wigati juga merupakan sosok cucu dari empu, yang dulunya sangat dipercaya oleh  banyak orang dan pejabat untuk membuat keris yang sakti mandraguna. Hingga suatu ketika disuatu hari, wigati yang tidak pernah dekat dengan siapapun, mulai mengenal manik, atau yang memiliki nama panjang nyentrik yakni, Lintang Manik Woro. Pertemua yang menyisakan banyak kenangan dan keingintahuan manik lebih dalam terkait wigati. Bagi manik wigati masihlah misterius, meskipun manik oleh wigati diberi kepercayaan untuk membaca buku diary mama manik, tentang sejarah perjalanan lahir dan hidupnya manik beserta mamanya dahulu. Suatu ketika ada seorang laki-laki bernama hidayat jati, salah satu anak dari murid eyang wigati datang kepondok untuk mengantarkan keris nyai cundrik arum, pusaka peninggalan eyang wigati pada masa lalu. Sebelumnya wigati sudah tahu tentang hal ini, eyang putri wigati sebelum meninggal, memiliki wasiat bahwa wigati akan mendapat pusaka dari nenek moyong suatu saat nanti, dan pusaka nyai keris nyai cundrik arum yang nanti akan mempertemukannya dengan rama kandungnya, yaitu pemilik keris kiai rajamala. Lintang manik memiliki peran yang sangat penting selama proses pencarian keris raja mala dan meyakinkan wigati untuk menemui rama kandungnya. Perjalanan yang panjang dilakukan lintang manik hingga salatiga, tempat tinggal eyang wigati pada zaman dahulu,hingga lintang manik hampir melayangkan nyawanya untuk sahabatnya, wigati. Tentu lintang manik tidak sendiri, dalam perjalanan panjangnya ini ditemani oleh hidayat jati, sopir pondok yang memiliki wajah gagah dan bijaksana. Tata karma dan tindak jati membuat lintang manik jatuh hati. Lintang manik adalah sosok traju mas, yang nantinya menjadi wanita bijaksana. Hingga suatu ketika jati mengungkapkan rasa kepada lintang manik dan berjanji akan menumi lintang 6 bulan lagi, selepas liburan pondok tepatnya. Namun, tidak dinyana. Ketika lintang manik berhasil membujuk wigati untuk bertemu rama kandungnya, yang saat itu adalah pengasuk pondok masyhur sekaligus kiai tempat jati menuntut ilmu agama. Didepan mata lintang manik, dan adalam keadaan kiai yang sudah jatuh drop. Kiai atau room kandung wigati meminta jati nantinya untuk selalu ada disisi wigati. Melihat hal itu, lintang manik hanya mampu memelas meratapi nasibnya. Janji tinggallah janji, karena lintang bukan siapa-siapa dan bukan keturunan ningrat ataupun darah biru.
Novel yang luar biasa tidak bisa tertebak ini, benar-benar bikin emosi naik turun. Apalagi endingnya yang dibiarkan menggantung oleh ning khilma. Gemes rasanya dan tidak terima. Sampai-sampai setelah khatam membaca selama 4 jam saya melaksanakan ibadah sholat dan setelah sholat saya masih merasakan dongkol yang amal dalam sembari melihat noverl wigati yang saya biarkan tergeletak dibelakang saya. Disamping semua itu, ning khilma berhasil mengepak wigati dengn apik. Tentang kekuatan dan daya seorang perempuan. Dengan membaca novel yang menyenangkan kita juga sambil belajar masalah pewayangan dan tentang kejawen juga sejarah seisinya.

Komentar

Postingan Populer