Dinamisasi Sosial Politik Pemerintah Indonesia dan Relevnsinya dengan Kandungan Ayat Al-Qur'an
“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya)
mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang
kafir membencinya.” (QS. Ash
Shaf (61): 8)
Negara merupakan sebuah rumah yang beratapkan pemerintahan yang
absolut, dan sebuah pemerintahan dipondasiakan dengan sebuah politik, jadi
politik memiliki peran yang sangat besar dalam proses pembentukan maupun
kinerja sebuah negara. Berhasil tidaknya seorang pemimpin dalam mengemban
kewajibanya bisa dilihat dari politik yang dijalankan dan hasil yang nyata
terjadi akibat praktek politik yang sesuai atau keluar dari lini peraturan
pemerintahan.
sepertihalnya negara Indonesia yang terus mengalami metamorfosa
sejak kemerdekaan tahun 1945 hingga saat ini, sehingga menjadi negara
berdikari, berideologi mandiri dan independen, hal ini tidak lekang dari politik
pemerintahan, sistem politik dinamis yang sudah menjadi warna dalam
pemerintahan menjadikan negera demokrasi ini kaya akan sistem politik dan history
politik yang pernah dijalankan di Indonesia.
Indonesia adalah negara demokrasi sekaligus negara hukum, negara
ini berlandaskan pancasila. Jika kita kembali melihat sejarah, kita tahu
sesepuh yang sudah memperjuangkan tanah air ini banyak yang berasal dari para
santri dan ulama-ulama dari agama islam hal itu diperkuat adanya pancasila,
jika ditelisik secara mendalam kita akan mendapat rumusan bahwasanya didalam
pancasila, sumber negara kita yaitu UUD 1945, dan hukum positif maupun
peraturan lainya secara implisit berkesinambungan dengan kandungan dalam
Al-Qur’an. Seperti halnya didalam salah satu konstitusi kita yaitu pancasila pada sila keempat “kerakyaatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” yang
relevan dengan ayat Al-Qur’an (Q.S
Asy-yuura : 38)
“Dan (bagi) orang-orag yang menerima (mematuhi) seruan tuhanya dan
mendirikan shalat, sedang uruan mereka (diputuskan) dengan musyawaroh antara
mereka dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada
mereka”
didalam Al-Quran juga dijelaskan adanya perintah untuk
bermusyawarah dan bermufakat dalam memutuskan suatu hal seperti halnya yang ada
dalam pancasila, terlebih penjelasan dari Al-Qur’an lebih gamblang, bahkan
masih ada ayat lain yang menjelaskan masalah demikian.
Kandungan, nilai Al-Quran
dan konstitusi negara saling berkesinambungan dan memang itu tujuan para
pejuang dan perintis atas berdirinya Indonesia ini, menjadikan indonesia
menjadi sebuah negara yang sepenuhnya berorientasikan untuk rakyat diluar itu
meskipun secara yuridis, Indonesia bukanlah negara Islam, namun spritual dan
religius keislaman sengaja ditanam dan menjadi akar atas berdirinya negera ini,
maka tidak mustahil jika struktur dan semua hal yang mempengaruhi berjalanya
pemerintahan ini bernafaskan ajaran islam.
saat ini banyak ditemukan permainan dan tujuan terselubung yang
dilakukan oleh aparatur negara didalam praktek berpolitik. Hal itu terjadi
karena tidak sinkronnya praktek politik dan praktek yang dianjurkan dalam
Al-Qur’an. Kesenjangan sosial dalam lingkungan pemerintahan tidak akan pernah
terjadi jika setiap geraknya diiringi dengan hal-hal yang terkandung dalam
Al-Qur’an. Banyak sekali ayat-ayat alqur’an maupun hadist yang terkait dengan
masalah sosial politik, seperti
halnya Musyawarah dan sistem pengambilan keputusan, tanggung jawab pemimpin,
sifat-sifat seorang pemimpin, keharusan untuk berlaku, berifat amanah, dan menunaikan
amanah kepada yang berhak. keharusan untuk bersatu padu dan larangan berpecah
belah.
dari uraian diatas sudah jelas memang antara sistem pemerintah
ataupun politisasi berjalan beriringan dengan Al-Qur’an dan Hadis yang menjadi
dasar hukumnya.
“Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menunaikan amanat kepada
yang berhak menerimanya dan (memerintahkan kebijaksanaan) di antara kamu supaya
menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang
sebaik-baiknya kepada kamu. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha
melihat. Wahai orang-orang yang beriman Taatilah Allah, taatilah rasul, dan
ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka
kembalikan kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (Sunnah) jika kamu benar-benar
beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu)
lagi lebih baik akibatnya “(QS. An-Nisa
: 58-59)
Menurut beberapa ulama ayat tersebut menghimpun pokok-pokok ajaran
islam yang terkandung dalam Al-Quran, perintah, larangan, maupun aturan sudah
terkandung didalamnya, didalam ayat ini juga terkandung hal mengenai amanat
untuk orang beriman kepada tuhanya, amanat bagi seorang ulil amri (pemimpin)
kepada yang dipimpin, amanat rakyat untuk seorang pemimpin dll. Semua masalah
dan kejadian yang terjadi didunia sudah dibendel lengkap dalam al-Qur’an. Hal
ini menunjukkan semua aspek dalam kehidupan manusia sudah ditetapkan Allah
dalam konstitusi yang ada dalam Al-Qur’an.
Ayat Al-Qur’an yang menerangkan tentang masalah sosial politik juga
dijelaskan pada (Q.S Shad : 21)
“Wahai Daud! Sesungguhnya engkau Kami Jadikan khalifah
(penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan
adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau
dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan
mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.”
Integrasi antara Al-Qur’an dan kehidupan manusia memang tidak bisa
dipisahkan, jika manusia dekat dengan Allah, maka Allah akan mendekatinya.
banyak sekali jenis ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mempelajari
Al-Qur’an merupakan salah satu ibadah, selain bertujuan mendapat buah dari
ibadah, kita juga akan mendapat pelajaran dan kunci kehidupan didalamnya, tidak
ada satupun rumus kehidupan yang terlewatkan disetiap pembahasanya ayatnya.
Secara teori pemerintahan akan berjalan dengan baik jika dipimpin
oleh seorang pemimpin yang baik, bagaimana kritera pemimpin yang baik ?.
pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tahu dan faham bagaimana cara memimpin,
dan tata cara maupun aturan memimpin sudah terbendel lengkap didalam Al-Qur’an.
jadi, keyword untuk mendirikan sebuah negara yang sejahtera dan makmur
diperlukan implementasi dari apa yang sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an.
Indonesia memang bukan negara islam. Namun, mayoritas penduduknya
beragama islam. Jadi, mengenai sistematika pemerintahanya masih menyentuh hukum
islam khususnya dalam praktek adat. Sistem pemerintahanyapun tidak bisa lepas
dari sentuhan islam. Hal ini terbukti beberapa pekan ini terjadi kerusuhan yang
luar biasa di ibukota, mengenai pesta politik. orang-orang islam khususnya,
karena mayoritas bahkan seluruh demostrator dari agama islam. mereka menunjukan
perlawananya kepada pemerintah yang mencoba mengisi kursi pemerintahan dengan
pemerintahan yang kontra islam.
Hal tersebut terjadi sebelum usaha pemerintah dijalankan, kita bisa
bayangkan apa yang akan terjadi jika hal tersebut sampai nyata benar-benar
terjadi. apakah perang dunia ketiga, atau perang saudara karena antar warga
negara Indonesia, sepertinya pemerintahan dengan struktur yang dibayangkan
pemerintah tersebut akan porak poranda dihancurkan masa karena dari rakyat
tidak mau menerimanya.
Berbeda dengan pemerintahan yang dijalankan sesuai undang-undang
dan peraturan yang sudah ditentukan, semuanya berorientasi tentang keadilan,
dan pemerintahan yang pro rakyat tidak ada money politik didalamnya, pemerintahan
negara tersebut pasti akan tetap berjalan diatas sambutan tangan-tangan rakyat,
dan negara tersebut akan tetap bertahan sesuai tujuan yang sudah dicita-citakan
para pendahulu bangsa.
Didalam Al-Qur’an maupun hadis juga dijelaskan mengenai konsekuensi
seorang pemimpin, jika pemimpin tersebut menjalankan pemerintahan dengan baik,
jujur dan adil maka surga disiapkan untuknya di akhirat, dan sebaliknya
pemimpin yang kidzib, dan dzalim maka neraka kekal baginya. Bukan hanya
konsekuensi ataupun risiko yang ditandang seorang pemimpin di akhirat namunm juga
konsekuensi nyata didunia. Seorang pemimpin yang baik dan sesuai kriteria yang
sudah dijelaskan dalam Al-Quran akan disambut baik oleh rakyat-rakyatnya, dan
menjadi pemimpin yang senantiasa dirindu dan dicintai yang dipimpinya,
sebaliknya pemimpin yang zalim akan di zalimi rakyatnya. Dan janji Allah itu
pasti.

Komentar
Posting Komentar