Damai Bersama Mereka Yang Berbeda
Tadi Malam setelah menghadiri perayaan hari raya China di klenteng
Eng An Kiong bersama komunitas lintas agama, gusdurian. Kesan tadi malam yang
menyeretku untuk menulis sedikit pengamatan yang bisa saja sangat sederhana
menurut kalian biasa tetapi menurutku itu luar biasa. Pada awalnya Sedikit
timbul rasa takut untuk hadir disana. Yang aku takutkan tadi malam ketika
memasuki gerbang klenteng hingga petugas dipagar membentakku agar segera masuk
kedalam klenteng, tidak lain dan tidak bukan karena aku takut jika
kedatangan kami menimbulkan ketakutan pada diri mereka padahal bukan sekali
dua kali aku turut datang hadir merayakan hari raya mereka saudara negriku.
Setiap aku memasuki wilayah peribadatan mereka rasa itu selalu muncul. Sudah
bukan menjadi rahasia public lagi tentang penyerangan terhadap agama lain oleh
entah dia saudara seimanku ataupun hanya menggunakan identitas palsu dengan
menggunakan agamaku sebagai alat melancarakan aksi biadab mereka, aku tidak
tahu. Yang pasti hal tersebut menjadi salah satu faktor pemecah perdamaian dan
pemicu kerusakan.
Rasa takut selalu hadir ketika aku berkunjung ke tempat mereka.
Namun, akan hilang seketika ketia melihat sambutan mereka yang begitu luar
biasa. Terpancar jelas kebahagiaan dari wajah mereka ketika kami kunjungi,
bahkan tidak jarang mengatakan dengan cara seperti ini Indonesia akan damai.
Rasanya luar biasa bahagia setiap bertemu dengan mereka. Mungkin teman-teman
bisa membaca coretan narasi perdamaian di sosial media instagramku @novapdsr .
beberapa kunjungan ke tempat ibadah yang meninggalkan pengalaman dan kesan luar
biasa, kutuliskan disana.
Sajian lontong cap go meh menemaniku menikmati barong sai
diklenteng ini. Berjabat tangan ketika pamitan kepada para tamu yang hadir, ya
hangat.. sungguh penerimaan dan kebahagian yang menghangatkan.
19 februari 2019

Komentar
Posting Komentar