Story Jahitan



Whatsapp, atau yang sering disebut sebagai WA merupakan salah satu aplikasi yang ditawarkan oleh sosial media untuk mempermudah hubungan antara satu individu dengan individu lain, kelompok dengan individu, maupun kelompok dengan kelompok. Diantara banyaknya aplikasi chatting di sosial media, Whatsapp menjadi satu-satunya aplikasi chatt yang paling eksis hingga saat ini. Bagaimana tidak, jika aplikasi ini tidak pernah bosan memeprbaharui layanan yang ditawarkan. Seperti halnya saat ini di whatsapp bisa membuat story dan melihat story kontak yang kita simpan dan kontak kita ada di ponselnya.
Keberadaan story di Whatsapp cukup menguntungkan dan dirasa lebih menarik unutk menggunakan whatsapp. Banyak informasi menarik maupun ilmu yang bisa didapat dari story yang dibagian teman kita. Disamping itu kita juga bisa meningkatkan skill menulis kita dengan cara menulis ataupun membagikan tulisan kita lewat story di whatsapp. Namun, perlu diketahui selian manfaat tersebut menurut pengakuan beberapa orang, story juga menunjukkan suasana hati si pembuat story/story tersebut. Caranya yakni dengan melihat konten yang dishare lewat story, jika kontenya tentang kebahagiaan, otomatis cerimanan perasaan sipembuat story saat itu sedang bahagia, jika storynya mellow bisa jadi si pembuat story sedang galau atau dirundung pilu. Namun, hal tersebut tidak bisa dijadikan penentu satu-satunya untuk memvonis perasaan seseorang. Bisa jadi apa yang ditulis hanya sekedar hiburan dan pencitraan semata (bahasa gaulnya).
Cara yang kedua, yakni dengan melihat berapa jumlah story yang diposting, hal ini bertujuan untuk melihat seberapa gabut si pembuat story. Hasil dari beberapa kali pengamatan, seseorang yang upload story banyak atau yang biasanya disebut orang-orang sebagai story jahitan, maka dapat diindikasikan bahwa orang tersebut sedang gabut atau sedang kurang kerjaan. Karena tidak ada yang sedang dilakukan, maka membuat storylah yang menjadi pilihanya. Sekali lahi, ini tidak bisa menjadi patokan utama, hanya saja hal ini terjadi pada beberapa individu termasuk penulis sendiri.  Juga Disamping gabut, story jahitan juga mengindikasikan se pembuat story sedang buahagia sekali atau bisa sebaliknya suedih sekali. Karena perasaan tersebut, yang  bisa saja belum sempat tercurahkan atau bisa jadi malu untuk cerita atau bahkan mungkin tidak ada teman cerita, maka alternative satu-satunya unutk menumpahkan keluh kesanya, ya.. lewat story..
Jadi, saudara-saudara jika ada teman Whatapp maupun sosil media lain, jika teman kita banyak membuat story, jangan langsung dijudge SPAM. Tanya baik-baik terlebih dahulu apa alasanyabagaimana kabarnya, tawarkan sandaranmu. Biarpun storynya bahagia, belum tentu begitu nyata keadaanya. Semua yang berkaitan dengan sosial media hanya virtual. Pahami dan hargai apapun yang dilakukan teman-temanmu.

16 Februari 2019

Komentar

Postingan Populer