POLITIK GARIS LUCU DI ERA INDUSTRI 4.O
Maha pesta rakyat sudah didepan mata. Empat bulan
kedepan lebih tepatnya negeri ini akan melaksanakan agenda besar yakni
pemilihan mulai dari Presiden hingga penduduk birokrat tingkat daerah. Sudah
sejak petengahan tahun lalu, negeri ini disibukkan untuk mempersiapkan agenda
besar, yang dikenal dengan pesta rakyat. Mulai dari persiapan tingkat KPU
hingga tetek bengeknya.
Rasanya pelaksanaan pemilu tahun ini begitu berbeda
dengan Pemilu-pemilu sebelumnya. Logis atau tidaknya, pemilu yang akan datang
ini, benar-benar terkena bias era Industri 4.0 yang tengah menjadi pokok
bincang terenyah dan terviral periode saat ini, salah satu bahasan yang tengah
digembor-gemborkan oleh hampir semua negera yang berdaulat yakni, SDGs (Suistinable
development Goal’s).
Kembali pada bahasan pemilu saat ini. Kreativitas
dan inovatifitas sangat diperlukan untuk menunjang pencapaian keberhasilan
suatu program. Untuk menggaet banyak orang tentu kedua aspek tersebut sangat
dibutuhkan. Seseorang akan dengan mudah mengkonsumsi banyak informasi, jika
informasi tersebut dirasa mudah ditelan dan menarik. Terkait hal itu, banyak
sekali calon-calon legislative yang memiliki kredibilitas terkait aspek
tersebut, entah memang pure dari
hasil fikiranya sendiri atau dari tim suksesnya.
Beberapa hari lalu saya dibuat terheran-heran
sekaligus tertawa dengan sebuah pamphlet besar setinggi empat meteran. Yang
membuat lucu adalah foto dari calonnya sengaja dipasang terbalik, tentunya
tidak ketinggalan dengan visi misi kinerjanya nanti. Belum habis cerita, yang
membuat publik panas akhir-akhir ini, kedua calon presiden dengan sensasinya
masing-masing. Diluar masalah saya bagaian dari oposisi yang mana itu tidak
penting, yang pasti caranya benar-benar lucu.
Tanpa menyebut nama partai, yang pasti masyarakat
sudah pasti mengenal. Cukup ramai diperbincangkan salah satu partai yang berani
mengeluarkan ketentuan atau bahasa hukumnya rancangan untuk dijadikan sebuah
regulasi diluar batas area wewenangnya. Indonesia adalah negera yang setiap
intitusinya memiliki kewenangan masing-masing.mengeluarkan ketentuan yang
menyentuh agama bukan bagian dari partai politing, merang cang boleh namun yang
sepantasnya berfatwa adalah mufti dan itu adalah kewenangan institusi lain.
Sistem pemilu hingga politik negeri ini benar-benar
lucu, bisa jadi karena pengaruh teknologi industry 4.0, karena pengaruh
teknologi yang semakin berkembang tentu pola piker masyarakat juga berkembang
pun dengan sistem-sitem sampai cara kerja setiap individu hingga kolektif.
Apapun regulasinya dan siapapun calon pemimpinya, semoga kinerjanya tidak
sebercanda itu dan pemimpin yang mewujudkan kinerja nyata bukan hanya wacana.
Semoga Indonesia ditahun mendatang semakin lebih baik, lebih damai, sejahtera
dan dijauhkan dari golongan yang memiliki hobby merongrong NKRI.
28 Desember 2018

Komentar
Posting Komentar