Mahasiwa Hedonis : Modal Dikit Banyak Eksis
Hidup
ditengah gemerlap metropolitan, dinilai lebih memiliki standart kelas yang
tinggi (high class) dalam segala hal .
Mau tidak mau harus mengikuti pola yang
ada di lingkungan tempat mereka tinggal. seperti halnya yang terjadi pada
mahasiswa. Katakanlah mahasiswa yang ada di Kota Malang sendiri mayoritas dari
luar kota bahkan luar provinsi. Tidak sedikit dari mereka yang datang dari
pelosok daerah dengan tingkat peradaban yang tidak setinggi kota-kota besar
umumnya. Dan Kota Malang sendiri tergolong sebagai kota adidaya, segalanya ada
di kota ini, apapun bisa dilakukan disini. Hidup dikota besar, tentu diikuti
pula dengan desakan kebutuhan dan tekanan hidup yang juga besar.
Terjadi
role mode di kota-kota besar, seperti
halnya dalam gaya hidup memiliki standar yang lebih tinggi dan tekanan lingkungan
yang menuntut untuk berpenampilan lebih. Hal ini membuat banyak mahasiswa
menghalalkan segala cara untuk tampil eksis sesuai dengan trendnya.Gincu, Pensil alis, eye shadow sudah
berubah menjadi kebutuhan primer mereka sebagi penunjang untuk tampil eye cathcing. Tidak semua mahasiswa berlatar
belakang orang berada. Banyak juga mahasiswa yang berasal dari keluarga biasa
bahkan tergolong kurang. Namun, tetap nekad tampil eksis. Banyak mahasiswa yang
rela memangkas habis uang yang diamanahkan orang tua untuk makan, tetapi digunakan
untuk kebutuhan penunjang keeksisanya. Semata-mata untuk memuaskan nafsu
hedonis belaka. Yang lebih nekad lagi, rela pinjem uang hanya untuk memenuhi
kebutuhan konsumtif saja. Nongkrong-nongkrong ditempat yang photo able, makan ditempat yang
berlabel. Selfie sana-sini. Bahkan
waktu unutuk berfoto lebih lama dari pada waktu untukk makan sendiri, karena
memang tujuan utama hanya untuk berfoto ria sebagai bahan uploadan di sosial media. Mereka akan merasa puas setelah melakkan
hal ini, guna untuk mendapat pujian ataupun sebagai ajang popularitas.
Siklus
seperti ini akan tetap berjalan sedemikian rupa, kecuali dari pribadi sendiri yang
bisa mengakhiri. Trendi boleh, asal jangan sampai berlebihan dan melukai diri
sendiri serta orang lain. Rupawan dilihat dari hati, pola pikir yang matang,
dan kearifan dalam bertindak.

Komentar
Posting Komentar